Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

TAMAN HIJAU SLG: SARANA HIBURAN BARU BAGI MASYARAKAT


TAMAN HIJAU SLG:

SARANA HIBURAN BARU BAGI MASYARAKAT

            Kediri - Kebutuhan masyarakat akan tempat berkumpul bersama keluarga atau teman yang murah dan nyaman, membuat pemerintah Kabupaten Kediri membangun ruang terbuka hijau yang berlokasi di kawasan Simpang Lima Gumul (SLG). Setelah adanya taman di sebelah parkir utara SLG yang dibuka sekitar 4 tahun lalu, kini Pemerintah Kabupaten Kediri kembali menghadirkan taman yang lokasinya di sebelah barat wahana bermain air Gumul Paradise Island. Taman bagian selatan dinamai Taman Hijau SLG dan yang sebelah utara dinamai Taman Kepala Kereta Api yang baru diresmikan oleh Bupati Kediri, dr. Hj. Haryanti Sutrisno pada Minggu (26/3) lalu. 
            Suasana taman begitu ramai pada hari Minggu. Banyak orangtua yang membawa buah hatinya, mereka tampak riang menikmati fasilitas bermain yang disediakan. Banyak juga para remaja yang berkumpul bersama teman-temannya, sekadar duduk dan berbincang maupun asik berfoto. “Saya senang dengan adanya taman ini, anak-anak bisa bermain sepuasnya dan gratis,” ungkap Ibu Siti, salah seorang pengunjung yang menemani anaknya bermain sepatu roda di area taman paling utara. Ibu Siti yang berasal dari Tambakrejo, Gurah mengaku sering berkunjung ke taman tersebut untuk menemani anaknya bermain.
Area bermain skateboard dan sepatu roda
            Di Taman Hijau SLG terdapat beberapa area yang bisa digunakan untuk bermain, berfoto, dan bersantai. Anak-anak paling suka bermain di area bermain pasir, kolam, dan area air mancur. Sedangkan yang sedang tren di kalangan remaja yaitu berfoto di atas menara pandang dan di jembatan yang memiliki latar belakang taman rumput yang hijau dihiasi kolam dan tempat duduk berbentuk kubus yang dicat warna-warni. Apabila sudah puas berfoto dan ingin duduk bersantai juga terdapat beberapa area tempat duduk yang nyaman dan teduh.

Area kolam dan air mancur
            Salah seorang pengunjung remaja bernama Zakya yang baru pertama kali mengunjungi Taman Hijau SLG mengaku senang dengan adanya taman tersebut karena tempatnya yang cantik untuk foto-foto dan nyaman untuk bersantai. Hanya saja, menurutnya masih perlu penambahan pohon-pohon rindang agar lebih adem.
Pengunjung yang duduk bersantai
            Sebagai pengunjung kita harus menjaga keindahan ruang terbuka hijau yang telah disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Kediri dan dapat dinikmati secara gratis. Mengutip pernyataan Mustika Prayitno, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kabupaten Kediri  di koranmemo.com pada saat peresmian Taman Hijau SLG mengatakan, “Keberadaan Taman Hijau SLG ini adalah milik bersama. Proses pembangunan memakan waktu tiga bulan dan diharapkan  pengunjung  ikut menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan serta  menjaga taman itu sendiri agar tidak rusak.” Jadi, pengunjung harus menaati tata tertib yang dibuat, bukan karena takut terhadap petugas yang berjaga, tetapi karena sadar bahwa ruang terbuka hijau harus dirawat agar bisa terus dinikmati keindahannya dan dirasakan kenyamanannya.
Tata tertib pengunjung

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

DOA BERSAMA JELANG UN

DOA BERSAMA JELANG UN

  
Suasana doa bersama jelang UN


            Kediri – Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Raudlatut Thalabah Kolak Ngadiluwih mengadakan kegiatan doa bersama jelang Ujian Nasional (UN) pada Rabu (5/4) sore tadi. Yayasan yang memiliki jenjang pendidikan TK hingga MA (setara SMA) tersebut mewajibkan siswa yang akan mengikuti UN, yakni kelas 6, 9, dan 12 untuk menghadiri acara itu beserta walinya. Selain itu, seluruh dewan guru, siswa MTs, dan siswa MA juga turut serta dalam kegiatan yang mendoakan kelancaran ujian bagi anak didik dan kakak kelas mereka. Kegiatan doa bersama dilaksanakan di Masjid Al-Isti’dad Kolak.
Pukul 17.00 WIB tamu undangan sudah berdatangan meski cuaca sedang hujan 
            Cuaca yang kurang bersahabat sore tadi karena turun hujan tidak menyurutkan antusias para undangan untuk menghadiri kegiatan doa bersama yang dimulai pukul 17.15 WIB dengan bacaan dzikir sambil menunggu waktu maghrib tiba. Setelah sholat maghrib, dilanjutkan dengan bacaan istighosah yang selesai 10 menit sebelum waktu isya. Dalam sela-sela waktu tersebut, K.H. Mahbub Ismail selaku imam dalam acara doa bersama menyampaikan bahwa tujuan diadakannya doa bersama tersebut yaitu agar para siswa diberi kelancaran dan kemudahan dalam mengerjakan soal-soal ujian, karena di samping berusaha belajar dengan tekun juga diperlukan doa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Kemudian rangkaian acara ditutup dengan sholat isya dan sholat hajat.

            “Sebelumnya kan kita sudah mendapat jam tambahan untuk pelajaran yang di UN-kan, 6 hari dalam seminggu. Jadwalnya ada yang pagi sebelum jam sekolah, ada yang siang setelah jam sekolah. Setelah berusaha sekarang tinggal berdoa dan belajar sendiri nanti. Semakin banyak yang mendoakan kan lebih baik,” ungkap Putri yang merupakan siswa kelas 9 mengenai acara sore tadi.
            Seperti yang kita diketahui, hingga saat ini, UN masih menjadi momok bagi siswa sekolah. Bagaimana tidak, hasil kegiatan belajar selama 6 tahun (SD) dan 3 tahun (SMP/SMA) ditentukan dalam beberapa hari saja. Jam ekstrapun diterapkan untuk mata pelajaran yang masuk UN, dengan harapan siswa bisa lebih mendalami materi ujian. Selain itu, para siswa juga diajak untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan melalui kegiatan doa bersama seperti yang telah dilakukan oleh YPI Raudlatut Thalabah (5/4) yang selesai pukul 19.15 WIB malam tadi.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS